BERANDA

Kamis, 01 Desember 2022

ALUR PENDAFTARAN NIKAH ONLINE

 

Alur Pendaftaran Online


1

Langkah Pertama

  • Kunjungi Website SIMKAH http://simkah.kemenag.go.id
  • Pilih Menu Masuk/Daftar.
  • Apabila kamu sudah mendaftar dan sudah mempunyai akun maka perlu , maka kamu bisa langsung masuk.
  • Kamu akan di arahkan ke menu dashboard area, silahkan lengkapi data diri kamu.

2

Langkah Kedua

  • Pilih menu Daftar Nikah pada dashboard area.
  • Siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan.
  • Isi dan lengkapi semua form-form yang disediakan.
  • Apabila pernikahan dilakukan di kantor KUA, maka biaya pernikahan GRATIS.
  • Apabila pernikahan di luar kantor KUA, maka membayar biaya sebesar Rp.600.000
  • Invoice pembayaran akan tergenerate otomatis oleh sistem.
  • Bayar tagihan sesuai dengan informasi yang tertera dalam Invoice pembayaran

3

Langkah Ketiga

  • Pemeriksaan data nikah calon pengantin dan wali nikah di KUA tempat akad nikah oleh petugas KUA.
  • Pelaksanaan akad nikah dan penyerahan buku nikah di lokasi nikah apabila pernikahan dilaksanakan diluar kantor KUA.
  • Pelaksanaan akad nikah dan penyerahan buku nikah di kantor KUA apabila pernikahan dilaksanakan 

Senin, 31 Oktober 2022

PENGUMUMAN NIKAH




                                                           

FORMULIR PENGUMUMAN NIKAH

Model N9

KANTOR URUSAN AGAMA

KECAMATAN SAJINGAN BESAR

KABUPATEN SAMBAS

PENGUMUMAN NIKAH

Nomor pemeriksaan : NP00016101091102022

1.

CALON PENGANTIN LAKI-LAKI

 

Nama lengkap dan alias

: PUTRA

 

Bin

: A. RANI ARSAD

 

Nomor Induk Kependudukan

: 6112072606030003

 

Tempat dan tanggal lahir

: SUNGAI RAYA PONTIANAK, 26-06-2003

 

Kewarganegaraan

: WNI

 

Agama

: ISLAM

 

Pekerjaan

: BELUM/TIDAK BEKERJA

 

Alamat

: DUSUN TANJUNG WANGI   RT/RW:042/011 RASAU JAYA DUA

2.

CALON PENGANTIN WANITA

 

Nama lengkap dan alias

: THEODOSIA JEKLIN

 

Binti

: PETERNUS

 

Nomor Induk Kependudukan

: 6101095508990002

 

Tempat dan tanggal lahir

: BERUANG, 15-08-1999

 

Kewarganegaraan

: WNI

 

Agama

: ISLAM

 

Pekerjaan

: PELAJAR/MAHASISWA

 

Alamat

: DUSUN BERUANG RT/RW: 006/003 SEBUNGA

3.

WALI NIKAH

Nasab/Hakim                                   : Nasab

Sebab                                                 :

 

Nama

: ABRAHAM LENGKON

 

Bin

: JOSE

 

Nomor Induk Kependudukan

: 6172041307720002

 

Tempat dan tanggal lahir

: BERUANG, 13-07-1972

 

Kewarganegaraan

: WNI

 

Agama

: ISLAM

 

Pekerjaan

: WIRASWASTA

 

Alamat

: JL. RATU SEPUDAK RT/RW:001/001 SEMELAGI KECIL

4.

HARI, TANGGAL TEMPAT NIKAH

 

Hari

: MINGGU

 

Tanggal

: 20 NOVEMBER 2022

 

Tempat

: DUSUN BERUANG DESA SEBUNGA


Kepala/Penghulu/PPN LN

 

 

SUGITO, S.Pd.I

 

Jumat, 14 Januari 2022

Ketua APRI: NIKAH ONLINE RAWAN PENYIMPANGAN


Jakarta, Bimas Islam --- Di tengah pandemi Covid-19, 
akad nikah online kembali menjadi perbincangan publik. Meski bukan hal baru, persoalan ini kembali diperdebatkan.

Menanggapi fenomena itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), Madari menyatakan, praktik nikah online berpotensi disalahgunakan.

"Akad nikah secara online ini berpotensi disalahgunakan. Ada peluang penyimpangan di dalamnya," ungkap Madari saat menjadi narasumber dalam diskusi virtual yang dihelat Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah Indonesia (HISSI), Kamis (13/1/22).

Madari menjelaskan sejumlah hal yang menjadi titik krusial penyalahgunaan akad nikah online."Jika dilaksanakan online, siapa yang menjamin kalau calon suami benar-benar lelaki dan calon istri benar-benar perempuan?" ungkapnya.

"Siapa yang menjamin bahwa calon suaminya memang belum pernah menikah? Ini rawan disalahgunakan. Bisa saja seorang lelaki ingin menikah lagi, lalu menggunakan nikah online sebagai modusnya. Mengaku lajang, padahal beristri," tambahnya mencontohkan.

Selain hal tersebut, Madari juga menyatakan belum adanya regulasi yang mengatur terkait nikah online. Pihaknya menjelaskan, alasan itulah yang membuat Kantor Urusan Agama (KUA) tidak melayani akad nikah online.

"Dalam ketentuan hukum yang dijadikan patokan, belum ada satu pun regulasi yang membolehkan KUA mencatat pernikahan secara virtual," tegasnya.

"Ada kemudaratan yang timbul (dari nikah online). Kemaslahatan yang menjadi hukum Islam tidak tercapai karena rawan penyimpangan," pungkasnya.

(Pirman)

Sumber: 
https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/ketua-asosiasi-penghulu-nikah-online-rawan-penyimpangan